Tak Ingin Mereka, Dulu, Kini, dan Nanti

Tak henti kudengar sekelilingku merutuki mereka, para penguasa

Tak henti kulihat ratapan kecewa para pengharap pada mereka, para penguasa

Tak henti pula kurasa jenuh akan angan-angan indah yang keluar dari mulut mereka, para penguasa

Kata orang, merekalah yang dulu bersih hati dengan prinsip menghujam  kuat

Kata orang, merekalah yang dulu lantang merutuki kelaliman wakil rakyat

dan kata orang, merekalah yang dulu berduyun-duyun bergerak menentang nestapa, hingga bersimbah keringat

Tapi semua itu, dulu

Dahulu kala ketika silaunya harta dan tahta belum menjangkau

Sekali lagi semua itu, dulu

Dahulu kala ketika tanggungan sanak saudara belum menghalau

Sejenak kuselami

Melihat sekelilingku kini, yang akan menghadapi kata nanti

Tak kuasa, kubertanya jua dalam hati

Wahai sekellilingku, akan terdengar seperti apakah suara kalian nanti?

Wahai para pengharap, akan terlihat seperti apakah tindakan kalian nanti?

Wahai para pejuang, akan bagaimanakah hati kalian nanti?

Nanti

Kala silaunya harta dan tahta sudah menjangkau hati

Nanti

Kala tanggungan sanak saudara sudah menghalau hati

Tak ada jawaban dan jaminan pasti

Tapi setidaknya, bagiku, ku tak ingin mereka menjadi cermin diri

Karena aku tak ingin diriku yang dulu, lebih baik dihadapan Sang Khalik daripada diriku kini dan nanti

Advertisements

About Mahdi Karim
Hamba-Nya yang ingin produktif berkarya untuk Ibadah dan kemaslahatan ummat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: