KETIKA SEKOLAH TAK HADIR DAN MEMBIMBANGKAN

Sanjungan tak terhingga selalu saya lantunkan kepada Rasulullah yang perkataannya tidak lain adalah wahyu (An-Najm (53) : 3-4). Perkataan beliau yang diriwayatkan dalam sebuah hadits jualah yang menghantarkan saya dalam mewujudkan tulisan ini. Hadits tersebut menyatakan bahwa iman terdiri dari tiga unsur, yaitu dibenarkan dengan hati, diikrarkan dengan lisan, dan diamalkan dengan perbuatan.

Kaitan erat antar unsur hati, lisan, dan perbuatan tersebut menyebabkan keimanan yang  gaib, menjadi wujud. Maka, berkaca dari hadits tersebut, jika kita punya sebuah niat, harus pula diucapkan untuk kemudian diamalkan agar niat terwujud. Akhirnya, niat hati saya untuk menulispun saya ucapkan dan sampailah kepada seorang teman. Ternyata Alhamdulillah, jadi juga sebuah tulisan setelah sekian lama blog ini berdebu dan tak terurus. Saya awali tulisan ini dari kegiatan saya saat ini yang begitu memicu letupan-letupan pemikiran.

Sudah menjadi kebiasaan saya untuk bertanya dan berdiskusi tentang cita-cita, termasuk kepada para murid. Beraneka macam jawaban mereka berikan, mulai dari yang belum tahu akan kemana hingga yang bisa menyebut beraneka profesi umum dan terkenal seperti guru, pengusaha, insinyur, profesor, dan sebagainya. Cita-cita selalu saya tanyakan karena saya ingin menanamkan kepada para murid bahwa dalam hidup ini kita harus punya tujuan, harus punya arah, dan harus punya pegangan, agar nantinya tidak terbawa arus dan menjadi buih. Jika tujuan sudah jelas, maka seseorang dapat yakin melangkah untuk menggapai tujuannya, sehingga tidak banyak waktu yang terbuang.

Namun sayang, fenomena saat ini, meskipun seorang anak sudah memiliki cita-cita sejak SD, namun cita-cita tersebut tidak membantunya untuk melangkah. Kecenderungan yang ada, cita-cita tersebut hanyalah untaian kata yang tak dimengerti maknanya, hingga akhirnya kebingungan melanda. Kebingungan ini mengakibatkan para pelajar seperti tidak memiliki arah dan hanya menghabiskan waktu tanpa hasil nyata. Read more of this post

BELAJAR DARI PENGUSAHA (MERINTIS KEBAHAGIAAN DUNIA DAN AKHIRAT)

Hidup adalah sebuah pengembaraan, maka manusia yang memilki visi, ibarat seorang pengembara yang telah melihat ujung pengembaraannya. Dia tau akan arah perjalanannya, sehingga berbagai halangan dan rintangan takkan mampu membuatnya menjauh dari arah yang ia tuju. Berlikunya jalan yang ia tempuh akan ia anggap sebagai konsekuensi logis dari pengembaraannya. Hasutan yang datang dari berbagai sisi, takkan mampu membelokkan hatinya dari jalan yang ia pegang teguh. Mengapa? Karena ia tahu, bahwa orang lain tidak mampu melihat ujung perjalanannya. Biarlah para penghasut berkutat dengan fatamorgananya, sedang para visioner akan berjuang keras mewujudkan cita-cita besarnya.

Ar-Rahman

“Maka nikmat Rabbmu mana lagikah yang akan kamu dustakan?”

Alhamdulillah, sungguh rasa syukur selalu dan harus selalu mengiri perjalanan diri ini. Termasuk masa-masa saat ini, dimana saya banyak dikelilingi oleh para pengusaha-pengusaha luar biasa. Pengusaha-pengusaha yang berhasrat besar untuk menularkan semangat wirausaha kepada generasi muda. Lebih jauh lagi, saya dikelilingi oleh para pengusaha yang senantiasa menjadi tutor untuk mengajarkan bagaimana melaksanakan perniagaan yang tiada pernah merugi. 😀

Read more of this post

Tak Ingin Mereka, Dulu, Kini, dan Nanti

Tak henti kudengar sekelilingku merutuki mereka, para penguasa

Tak henti kulihat ratapan kecewa para pengharap pada mereka, para penguasa

Tak henti pula kurasa jenuh akan angan-angan indah yang keluar dari mulut mereka, para penguasa

Kata orang, merekalah yang dulu bersih hati dengan prinsip menghujam  kuat

Kata orang, merekalah yang dulu lantang merutuki kelaliman wakil rakyat

dan kata orang, merekalah yang dulu berduyun-duyun bergerak menentang nestapa, hingga bersimbah keringat

Tapi semua itu, dulu

Dahulu kala ketika silaunya harta dan tahta belum menjangkau

Sekali lagi semua itu, dulu

Dahulu kala ketika tanggungan sanak saudara belum menghalau

Sejenak kuselami

Melihat sekelilingku kini, yang akan menghadapi kata nanti

Tak kuasa, kubertanya jua dalam hati

Wahai sekellilingku, akan terdengar seperti apakah suara kalian nanti?

Wahai para pengharap, akan terlihat seperti apakah tindakan kalian nanti?

Wahai para pejuang, akan bagaimanakah hati kalian nanti?

Nanti

Kala silaunya harta dan tahta sudah menjangkau hati

Nanti

Kala tanggungan sanak saudara sudah menghalau hati

Tak ada jawaban dan jaminan pasti

Tapi setidaknya, bagiku, ku tak ingin mereka menjadi cermin diri

Karena aku tak ingin diriku yang dulu, lebih baik dihadapan Sang Khalik daripada diriku kini dan nanti

Lingkungan, RTH, dan Imbal Jasa

Permasalah lingkungan telah menjadi perbincangan hangat semenjak merebaknya isu global warming. Salah satu indikasinya adalah pertimbangan yang cukup besar terkait aspek lingkungan dalam pembangunan. Bentuk nyata dari pelaksanaan pembangunan berkelanjutan tersebut adalah adanya perencanaan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) maupun kawasan lindung sebagai penunjang fungsi ekologi.

Terkait dengan RTH, pemerintah mengeluarkan kebijakan tersedianya 30% RTH di setiap kota. Namun berdasarkan hasil penelitian banyak yang menyatakan bahwa luas RTH sebesar 30% belum mampu menunjang fungsi ekologi kota. Bahkan di Kota Bandung, luas RTH yang harus disediakan untuk memenuhi kebutuhan air adalah sebesar 80% dari luas wilayahnya, sehingga sulit untuk dipenuhi (Ramadhan, 2012). Oleh karena itu, dibutuhkan kerjasama dengan daerah lain dalam pengelolaan lingkungan untuk menunjang fungsi ekologi.

Read more of this post

Manusia dan Manual Book

 

Dalam suatu diskusi, salah seorang teman saya berbicara dengan bijaknya (sambil sedikit cengengesan):

Ketika kita membeli HP merek Nokia, maka manual book yang kita gunakan adalah manual book Nokia

Ketika kita membeli Laptop merek ASUS, maka manual book yang kita gunakan adalah manual book ASUS

Jadi, ketika ada kerusakan atau kebingungan, maka yang kita gunakan adalah manual book produk tersebut

Tidak mungkin kita gunakan manual book yang dibuat oleh produsen produk lain

Sama halnya dengan manusia yang diciptakan oleh Allah, yang telah diiringi manual book berupa Al-Quran

Maka, jika ada kerusakan pada akhlak manusia dan ada keraguan hati, segeralah kembali pada Al-Quran

Tidak mungkin kita gunakan “referensi lain”, apalagi yang bersumber dari pemikiran manusia

Saat ini kondisi dunia sangat memperihatinkan, kemiskinan, kriminalitas, korupsi, dan berbagai hal buruk lain merajalela. Seluruh kerusakan tersebut adalah ekses dari rusaknya akhlak manusia.

Berbagai pedoman dan literatur yang digunakan selama ini belum  mampu memperbaiki kondisi dunia. Teori ekonomi dari Amerika dan Eropa yang dulu sangat diagung-agungkan dan dijadikan kiblat, ternyata saat ini justru sedang dalam kondisi carut-marut. Hukum yang digunakan saat ini juga belum mampu mengurangi jumlah korupsi dan kriminalitas.

Pertanyaan besar yang harus segera dijawab adalah, apakah kita telah tepat memilih referensi?

Dan

Apakah kita sebagai makhluk-Nya, telah menggunakan referensi dari sang Khalik?

Building Community Capacity in Disaster Management

Natural environment is defined as a space where people live in together with all living and non-living things. Natural environment is also natural resources. Natural resources on this earth are geo resources and geo hazard. Geo resources is a natural resources that is used to fulfil people needs, like water, animal, energy, and so on. Geo hazard is a natural accident which endanger people and potential to cause some destructions such as drought, fire, earthquake, tsunami, and whirlwind.

Disaster risk is when hazard and vulnerability come together. An accident can not be called by disaster if no one harmed, so that the disaster risk, can not be happened when no vulnerability. For instance, when a landslide happened in unoccupied land, so no victims there, it can not be claimed as a disaster. While when the landslide happened in a densely populated area (high vulnarability) and caused a lot of victims, we claim it as a disaster.

Indonesia is an archipelago with a very high geo hazard. So, government should make a plan related to natural environment and disaster management. In this 2012, government is trying to formulate targets and  policies consist of  pollution and destruction management, early warning system, disaster  management, climate change, and implementation of sustainable development. Besides that also explained about the exist problems and challenges. From those are found in natural environment program there are a lot of problems related to capacity of human resources and the institution problem. Therefore it is important to see the elements can build individual capacity and organization.

Chaskin et al. (2001) presented framework in developing community capacity. In that framework there are some strategies of community development. The first is Leadership development concentrated to skills, commitment, and individual effectivity in community development process. The second, organizational development including in it building a new organization and organization strengthen, so they can work better and take a new performance. The third, community organizing possesses assosiation aspect from community function and mobilisation of stakeholders. The last, interorganizational collaboration to build organisational infrastructure in community to be forwarded to the development of relationship and colaborative cooperation in organizational level.

There is also another theory of community based and driven development. In this theory is needed the role of external agent to create the success from community based development. The role of this external agent is as facilitator and supervisor of government programs. We found that there are some steps to be done in successing disaster management program from Chaskin Theory. Besides, external agent is needed as the facilitator and supervisor of government program. Government has made institutions related to disaster management as Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). BNPB has some delegation structures for regional level. In this case, government delegators have been delegated, but one thing to be concerned is community awareness related to disaster. There are some ways such as forming agents for information socialization, providing information center to create multidiscipline and multiorganizational cooperation, improving cooperation with another organizations and institutions. In implementing all those ways, there should be external agents that facilitate and supervise program implementation. Colleges Students can take a big role in it.

Related to the community capacity improvement, one of the methods is by training community agents earlier involving educational institutions (Elementary School, Junior and Senior high school). The students are taught knowledge about disaster through a mechanism created to  make them able to communicate what they learned to their parents. It will be better if there is a special curriculum about disaster. The awareness of American people about disaster is improved effectively through this method.

The next step is opening information center to create to create multidiscipline and multiorganizational cooperation. Government shoud guarantee information accessable for all citizen in sensitive area of disaster to be active in reporting the accidents. Besides, information centers from independent institution, colleges students, and media are opened, so an active communication is conducted. It improves the readiness of citizen.

The last is improving cooperation with another institution. Some of the methods is by distributing the role and doing simulation. Simulation should involve many parties, one of them is educational institution that has the curriculum about disaster. Colleges students have a very big role in every stages of the disaster management, especially to be inovators, facilitators, and supervisors of government programs implementation.

Anak dan tayangan televisi

Komnas perlindungan anak mencatat 2008 kasus kriminalitas yang dilakukan anak usia sekolah terjadi di sepanjang kuartal pertama 2012. #TVanak

Dua penyebab aksi kekerasan anak di usia sekolah, 1. Imitasi anak atas segala tindakan kekerasan yang mereka lihat. #TVanak

2. Faktor pelepasan ekspresi yang tersumbat. #TVanak

Dengan demikian, ketiadaan tayangan televisi khusus untuk anak-anak turut menyumbang perilaku kekerasan pada anak. #TVanak

Kasihan generasi anak-anak saat ini yang sangat kekurangan tayangan mendidik sesuai usianya. #TVanak

Obat Kekosongan, Kehampaan, dan Keraguan Hati (Petunjuk Hidup)

Seringkali manusia merenung sembari bertanya pada dirinya sendiri, “untuk apa aku melakukan ini, untuk apa aku melakukan itu?”. Hatinya hampa dan sering timbul rasa cemas pada diri. Keraguan menyelimuti setiap sudut relung jiwanya. “Sia-siakah yang kuperbuat selama ini?” dan masih banyak lagi pertanyaan terbersit dalam benaknya.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Mengapa muncul kekosongan dan kehampaan dalam hati? Mengapa keraguan bisa muncul?

Read more of this post

Jejak Cemerlang

Mari bersatu, untuk berkarya

Mari menjejakkan langkah kita bersama

Mari bersatu, untuk awali jejak cemerlang bersama

Lihatlah sekitar, penuh beragam cerita

menunggu arti kita, mengubah sgala yang tertulis

Tunjukkan apa yang bisa kita lakukan bersama

Tunjukkan sebuah persatuan, untuk kita berkarya

Mari bersatu, untuk berkarya

Mari menjejakkan langkah kita bersama

Mari bersatu, untuk awali jejak cemerlang bersama

Mari bersatu, mari bersatu, mari bersatu untuk berkarya

Mari bersatu, mari bersatu, dalam jejak cemerlang….

By: Fabian Indra Winandi (HMP09061)

Mars Al-Umanaa

Kami warga Al-Umanaa

Islam langkah nafas kami

Kitabullah dan Sunnah Rasul, adalah pedoman kami

Kami warga Al-umanaa

Takkan gentar berjuang

Belajar, berkarya, serta bercita, demi tegaknya islam

Allah tujuan kami

Rasul teladan kami

Meneruskan risalah Rasulullah, adalah jalan juang kami

Takkan letih kami berjuang

Walau peluh bercucuran

Takkan sirna ditelan masa, pengorbanan ini

Kejayaan pasti datang

Akan kami perjuangkan

Walau tak sempat kami melihatnya, kami ikhlas berjuang

Kejayaan pasti datang

Akan kami perjuangkan

Walau tak sempat kami melihatnya, Allah menjadi saksi