BELAJAR DARI PENGUSAHA (MERINTIS KEBAHAGIAAN DUNIA DAN AKHIRAT)

Hidup adalah sebuah pengembaraan, maka manusia yang memilki visi, ibarat seorang pengembara yang telah melihat ujung pengembaraannya. Dia tau akan arah perjalanannya, sehingga berbagai halangan dan rintangan takkan mampu membuatnya menjauh dari arah yang ia tuju. Berlikunya jalan yang ia tempuh akan ia anggap sebagai konsekuensi logis dari pengembaraannya. Hasutan yang datang dari berbagai sisi, takkan mampu membelokkan hatinya dari jalan yang ia pegang teguh. Mengapa? Karena ia tahu, bahwa orang lain tidak mampu melihat ujung perjalanannya. Biarlah para penghasut berkutat dengan fatamorgananya, sedang para visioner akan berjuang keras mewujudkan cita-cita besarnya.

Ar-Rahman

“Maka nikmat Rabbmu mana lagikah yang akan kamu dustakan?”

Alhamdulillah, sungguh rasa syukur selalu dan harus selalu mengiri perjalanan diri ini. Termasuk masa-masa saat ini, dimana saya banyak dikelilingi oleh para pengusaha-pengusaha luar biasa. Pengusaha-pengusaha yang berhasrat besar untuk menularkan semangat wirausaha kepada generasi muda. Lebih jauh lagi, saya dikelilingi oleh para pengusaha yang senantiasa menjadi tutor untuk mengajarkan bagaimana melaksanakan perniagaan yang tiada pernah merugi. 😀

Read more of this post

Advertisements

Obat Kekosongan, Kehampaan, dan Keraguan Hati (Petunjuk Hidup)

Seringkali manusia merenung sembari bertanya pada dirinya sendiri, “untuk apa aku melakukan ini, untuk apa aku melakukan itu?”. Hatinya hampa dan sering timbul rasa cemas pada diri. Keraguan menyelimuti setiap sudut relung jiwanya. “Sia-siakah yang kuperbuat selama ini?” dan masih banyak lagi pertanyaan terbersit dalam benaknya.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Mengapa muncul kekosongan dan kehampaan dalam hati? Mengapa keraguan bisa muncul?

Read more of this post

Setetes Renungan Hari Ied

#Part 1…………….

Allaahu Akbar3x

Laa ilaaha illallaahu Wallaahu Akbar

Allaahu Akbar Walillaahilhamd

Suara takbir berkumandang di seluruh penjuru dunia. Orang-orang yang telah terpatri syahadah dalam hatinya, baik tua-muda, kaya-miskin, rambut coklat-putih-maupun hitam, semuanya menyerukan hal yang sama, yaitu kebesaran Allah. Dalam gegap gempita hari raya, sekali lagi takbir itu berkumandang,

Allaahu Akbar3x

Laa ilaaha illallaahu Wallaahu Akbar

Allaahu Akbar Walillaahilhamd

Semua bersukacita menyambut kemenangan di hari nan fitri, mulai dari anak-anak yang senang  karena melihat ketupat serta terlepas dari siksaan lapar dan haus, pelajar dan orang tua yang bisa menikmati masa libur Ramadhannya di kampung halaman, sampai orang yang benar-benar memaknai shaum Ramadhan. Mereka berbahagia dengan alasannya masing-masing yang hanya Allah dan dirinya yang tahu pasti. Kemudian takbir itu berkumandang lagi,

Read more of this post