Manusia dan Manual Book

 

Dalam suatu diskusi, salah seorang teman saya berbicara dengan bijaknya (sambil sedikit cengengesan):

Ketika kita membeli HP merek Nokia, maka manual book yang kita gunakan adalah manual book Nokia

Ketika kita membeli Laptop merek ASUS, maka manual book yang kita gunakan adalah manual book ASUS

Jadi, ketika ada kerusakan atau kebingungan, maka yang kita gunakan adalah manual book produk tersebut

Tidak mungkin kita gunakan manual book yang dibuat oleh produsen produk lain

Sama halnya dengan manusia yang diciptakan oleh Allah, yang telah diiringi manual book berupa Al-Quran

Maka, jika ada kerusakan pada akhlak manusia dan ada keraguan hati, segeralah kembali pada Al-Quran

Tidak mungkin kita gunakan “referensi lain”, apalagi yang bersumber dari pemikiran manusia

Saat ini kondisi dunia sangat memperihatinkan, kemiskinan, kriminalitas, korupsi, dan berbagai hal buruk lain merajalela. Seluruh kerusakan tersebut adalah ekses dari rusaknya akhlak manusia.

Berbagai pedoman dan literatur yang digunakan selama ini belum  mampu memperbaiki kondisi dunia. Teori ekonomi dari Amerika dan Eropa yang dulu sangat diagung-agungkan dan dijadikan kiblat, ternyata saat ini justru sedang dalam kondisi carut-marut. Hukum yang digunakan saat ini juga belum mampu mengurangi jumlah korupsi dan kriminalitas.

Pertanyaan besar yang harus segera dijawab adalah, apakah kita telah tepat memilih referensi?

Dan

Apakah kita sebagai makhluk-Nya, telah menggunakan referensi dari sang Khalik?

Advertisements

Anak dan tayangan televisi

Komnas perlindungan anak mencatat 2008 kasus kriminalitas yang dilakukan anak usia sekolah terjadi di sepanjang kuartal pertama 2012. #TVanak

Dua penyebab aksi kekerasan anak di usia sekolah, 1. Imitasi anak atas segala tindakan kekerasan yang mereka lihat. #TVanak

2. Faktor pelepasan ekspresi yang tersumbat. #TVanak

Dengan demikian, ketiadaan tayangan televisi khusus untuk anak-anak turut menyumbang perilaku kekerasan pada anak. #TVanak

Kasihan generasi anak-anak saat ini yang sangat kekurangan tayangan mendidik sesuai usianya. #TVanak